Rabu, 13 Juni 2012

Catatan Kaki


Catatan kaki

Yang dimaksud dengan catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks yang ditempatkan

pada bagian bawah karangan yang bersangkutan. Catatan kaki harus memuat nama pengarang ,  
judul karangan, data publikasi, dan nomor halaman. Adapun contoh penulisan catatan kaki

sebagai berikut ini:


1)      Referensi pada buku karangan satu hingga tiga pengarang


-          Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hal. 4


-          Teguh Wibowo, Imam Taufik, Sugeng Budiarto, Belajar Bahasa Persatuan, (Bandung: Acarya, 2005), hal. 32


2)      Referensi pada buku karangan 4 orang atau lebih


-          Teguh Wibowo, dkk, Cinta Bahasa Kita 6 (Jakarta: Ganeca Exact, 2004), hal. 32


3)      Referensi dari majalah ataupun surat kabar


-          Sumi Winarsih, “Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?”, Suara Merdeka, 3 Mei, 1990, hal. 5


4)      Referensi berupa buku terjemahan


-          Multatuli, Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin (Jakarta: Jambatan, 1972), hal. 54


5)      Referensi berupa artikel dalam antologi ataupun ensiklopedi


-          Melani Budianta, “Bercermin pada Kaki Langit: Kreativitas dan Pendidikan Sastra Pelajar Indonesia”, Kaki Langit Sastra Pelajar, ed. Jamal D. Rahman (Jakarta: Majalah sastra Horizon dan Kaki Langit, 2002), hal. 282



0 komentar:

Poskan Komentar